RELUNG HATI SANG GURU DALAM MASA CORONA

Tiada pernah tahu akan kejadian seperti ini, betapa tersentaknya hati bangga para pahlawan cendekia. Dunia pendidikan Indonesia kekinian harus menekuni kenyataan baru selama pandemi Covid-19 masih berlangsung. Aktivitas belajar dan mengajar harus dilakukan secara virtual mengingat institusi pendidikan seperti SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi meliburkan aktivitas tersebut.

Sejatinya, pendidikan merupakan satu usaha untuk membebaskan manusia. Lebih luas lagi, mengutip pernyataan Paulo Freire, pendidikan adalah usaha untuk "memanusiakan manusia" alias melawan bentuk dehumanisasi.

Dalam situasi seperti sekarang, ada hal yang hilang, yakni dialog secara langsung antara pendidik dan peserta didik. Dialog secara langsung kini berubah dari 'yang nyata' menjadi 'yang maya'. Artinya, baik pendidik dan peserta didik menjadi pihak yang terdampak. Terdampak dari sistem pendidikan yang tidak siap dengan kenyataan seperti ini pandemi corona tak berkesudahan, tak bertepi. komunikasi guru dalam pembelajaran secara daring atau virtual memberikan tekanan yang sangat memberatkan disisi siswa, terlebih sekolah kami  yang ada dipelosok pedesaan. Peserta didik kami merasakan diawal-awal pandemi ini sekitar bulan Maret 2020 sungguh berat menjalani belajar dari rumah yang sekarang lebih dikenal Belajar dari Rumah (BDR). belajar mengajar dari rumah memanglah bukan pekerjaan yang mudah untuk dilakukan oleh siswa dan guru, terlebih berbasis internet. jaringan internet yang sulit menjadikan beban yang tidak mudah bagi sang guru, sehingga membangun relung sang guru dimasa pandemi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIAT SUKSES PEMASARAN BUKU DI MASA COVID-19

MENJALANI KEWAJIBAN

TUNTAS MENULIS DENGAN SIKAP “CUEK”