MENJADIKAN DIRI BUKAN GURU BIASA


Terasa amat pertemuan keduabelas ini begitu hangat dengan sentuhan rasa dengan asa mengiri deretan gunung gudang prestasi para nara sumber. Jauh dari seperti memberi dan membangun rasa malu pada diri ini. Seakan tidak ada arti yang terpatri dalam raga ini.

Tetapi wajah edukasi kelahiran  Kuningan, 13 September1984 ini memberikan suluh agar kita selalu semangat mejalani kegiatan menulis.

Cikgu Tere dengan nama lengkap Theresia Sri Rahayu  berbagi kisah indah dengan pengalamannya sebagai penulis dengan usia muda 36 tahun, dimana usia-usia segitu memang penuh dedikasi dan semangat  berjuang tiada semangat pantang mundur.

Mengapa saya mengangkat topik, "Bukan Guru Biasa?" Karena menurut saya, kita semua yang mengikuti kegiatan pelatihan belajar menulis malam hari ini adalah guru - guru yang hebat dan luar biasa. Bahkan, layak menyandang predikat, "Bukan Guru Biasa".

Saat ini, kita berada dalam masa pandemi. Di mana kita dipaksa untuk beradaptasi dengan segala bentuk perubahan. Dan pada setiap perubahan itu, pasti kita akan mengalami situasi yang tidak nyaman. Akibat dari ketidakbiasaan tadi.

            Seperti itulah kata pembuka daam memberi semangat dalam kulih online kali ini. Seakan tidak memberikan kesempatan kepada diri ini untuk mebela diri dengan alsan pembenar. Bahwa kita boleh saja tdak berbuat apa-apa dalan situasi pendemi ini. Guru penuh dedikasi ini kini sedang mendedikasikan dirinya  di SDN Waihibur–Kab.Sumba Tengah NTT, dengan  segudang prestasi yang sudah dipersembahkan buat dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara ini.

            Ukiran deretan keindahan dalam raihan asanya ternyata luar biasa, sebagimana tertanam dalam kisah suksesnya ini. Begitu indah untuk dijadikan penyemangat diri untuk kuteladani, mimpi jadi penulis sukses. Ini rajutan kesuksesan denga deretan prestasi Cikgu Tere :

1.    2014 Juara1Guru Berprestasi tingkat Kecamatan Padalarang–Kabupaten Bandung Barat

2.    2014 Juara 2 Lomba Guru Berprestasi tingkat Kab.Bandung Barat

3.       2014 Juara 3 Lomba Guru MIPA tingkat Kec.Padalarang

4.       2018 Juara1 Olimpiade Guru Nasional tingkat Provinsi NTT

5.       2018 FinalisLombaOlimpiadeGuruNasionaltingkatnasional

6.       2018 Finalis Lomba Alat Peraga Matematika Sederhana tingkat nasional

7.       2019 Peserta Short Course ke Luar Negeri dalam Program 1000 Guru ke Luar Negeri

8.       2019 sebagai 40 besar penerima dana hibah penelitian pada programTeaching Chalenge

9.       2019 Finalis Course on Developing Lesson Study for Primary Mathematics Teacher tingkat

Internasional

10.    2019 Guru Inti Terbaik dalam Pembekalan Guru Inti Program PKP tingkat Provinsi NTT

11. Peserta Terbaik dalam Bimtek UKS Regional Bali

12. 2019 Sahabat Rumah Belajar Provinsi NTT

13. 2019 Finalis Lomba Mathematics Teaching Learning Model (MTLM)

      Tingkat internasional

14. 2019 Kader Int iGerakan Ajarmat/Ayo Belajar Matematika (2019)

15. 2020 Resume terbaik dari KSGN dan Pelatihan Belajar Menulis Bersama OmJay

16. 2020 Blogger inspiratif dari Ikatan Guru TIK PGRI dengan Penerbit Andi Yogyakarta

17. 2020 no 35 selected participants of Advance Online Course SEAMEOQitep In Mathematics

18. 2020 Tim TeknisUBKDAKMSKjenjangSDdiKab.SumbaTengah

19. 2020 Calon Pendamping Guru Penggerak Provinsi NTT

20. 2020 Penulis Buku “Belajar Semudah KLIK, Membangun Ekosistem

21. 2020 Ubiquitous Learning Dalam Konsep Merdeka Belajar.

22. 2020 Tim Reviewer dan Uji Keterbacaan Modul Literasi dan Numerasi Kelas Tinggi dari Pusmenjar Kemdikbud

23. 2020 Kreator artikel terbaik dalam lomba Bakti Pancasila 2020 dari Kemdikbud

24. Founder Komunitas Praktisi KKG Online SumbaTengah

25. 2020 Penulis buku "Bukan Guru Biasa" terbit bulan Oktober 2020

26. 2020 Team Pengembang Konten Artikel di Komunitas Belajar Guru Penggerak, dibentuk  oleh Dirjen P3GTK Kemdikbud bulan Oktober.

Semua itu bisa di akses alamat blog, https://www.cikgutere.com

Banyak guru di luar sana yang memilih untuk menyerah pada keadaan, dibandingkan dengan menciptakan situasi baru atau keluar dari situasi yang dianggapnya tidak nyaman. Hal ini tentunya akan menjadikan situasi pandemi saat ini sebagai sebuah masalah atau bahkan musibah.

Hal menarik dalam masa pandemi ini, dimana guru disibukan dengan aktivitas dalam daring, tak sedikit juga, guru yang justru menemukan berkah di balik musibah. Yang tadinya tidak mengerti dengan pembelajaran daring berbasis teknologi, sekarang sudah piawai menyelenggarakan kelas online. Bahkan bisa mengajari rekan guru yang lain. Yang tadinya tidak bisa menulis buku, sekarang bisa menulis buku. Dan masih banyak kisah sukses lainnya.

Kisah suksesnya Cikgu Tere yang memang sudah mencoba belajar menulis sejak SD kelas 3 ini, berawal dari bergabung dengan grup WA pelatihan belajar menulis gelombang 4, bersama dengan Pak Brian di grup yang sama. Juga pada awalnya merupakan seorang guru yang kebingungan dengan kondisi seperti saat ini. Sampai akhirnya, saya bergabung. Selama mengikuti kegiatan belajar menulis di gelombang 4, saya mendapat banyak sekali ilmu pengetahuan dan bekal keterampilan terkait dunia menulis

Dari awalnya menulis resume sebagai rangkuman materi belajar, sampai menulis artikel untuk lomba, dan bahkan menulis bacaan  untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran. Dan menulis buku untuk berbagai kepentingan.

Banyak proses yang dilalui untuk dapat menulis artikel dan bahkan buku. Perlu jam terbang, konsistensi, dan kesadaran dari kita masing - masing. Saya sendiri senang menerima tantangan yang diberikan oleh para narsum, seperti Bunda Lilis Sutikno yang menantang agar jadi peresume tercepat dan menulis buku dalam waktu seminggu bersama Prof. Richardus Eko Indrajit dan Penerbit Andi.

Sebagi penulis pemula semestinya memperhatikan jam terbang seorang penulis karena  ini adalah hal yang paling penting. Terutama untuk mencegah terjadinya writter blocks sebagai sebuah keadaan dimana seorang penulis sama sekali tidak mampu menungkan segala idenya ke dalam tulisan. Bagi para penulis pemula, hal ini pasti sering terjadi, apalagi orang yang menulis dengan mengandalkan mood atau suasana hati saja. Mestinya  menulis harus dilakukan di mana saja, kapan saja dan bagaimana saja caranya. Enan begitu  jam terbang kita terus meningkat.

Cikguru Tere juga  mengamati gaya menulis komunitas sejuta guru ngeblog pada gelombang ke-16 ini. Banyak diantaranya yang sudah sangat baik dalam menulis. Alurnya jelas dan kalimat - kalimatnya rapi sehingga paragraf pun menjadi padu dan akhirnya resume pun menjadi enak untuk dibaca karena isinya mengalir.

Sebagaimana harapan peserta belajar menulis dalam gelombang 16, dapat tuntas dan sukses menerbitkan buku ternyata dia juga menaruh harap yang sama menyelesaikan kegiatan pelatihan ini, Bapak/Ibu pasti dapat menulis buku karya sendiri dengan baik. Sebagimana yang sering diucapkan oleh guru blogger Indonesia Om Jay sering mengatakan bahwa kita harus menulis setiap hari buktikan apa yang terjadi.

Lebih kanjut dia memberikan motivasi lanjutan, bahwa banyak sekali manfaatnya jika kita menulis dengan konsisten. Memberikan kepuasan dalam diri kita sehingga menambah semangat dalam kegiatan menulis.

Motivasinya tidak berhenti sebatas itu, sebagimana banyak peserta yang sudah lebih dulu bergabung dalam gelombang sebelumnya dan sudah tahu Cikgu Tere, mengidolakan Cikgu ini. Ternyata juga dia memiliki konsep jelas dan  juga khusus untuk menulis buku. Dengan kata lima huruf IDOLA, memberikan tips untuk bisa cepat dalam menulis.

I = Identifikasi topik menarik

D = Daftar semua judul luar biasa

O = Outline terperinci akan membantu

L = Lanjut menulis isi bab

A = Atur layout sesuai permintaan penerbit

Yang terkadang aneh dirasakan dan dialami oleh Cikgu Tere adalah  keluarga dan sahabatnya  heran karena  selalu sibuk ini dan itu. Seringkali dia menghabiskan waktu berjam - jam untuk menulis. Bahkan sampai lembur. Namun, bagi dirinya, hal ini adalah hal yang biasa, karena merasa bahwa passion  memang menulis.

Kesuksesan yang sudah ditangan Cikgu Tere dalam menulis bukanlah tiada alasan.Alasan yang mendasar yang dia ungkapkan adalah :

1.    Melakukan hobi 

    Hobi dia  adalah menulis. Sejak kelas 3 SD, sudah menulis cerita dan bahkan buku sederhana yang dikliping / tidak diterbitkan.

2.    Mengupgrade skill menulis

Bergabung dengan penulis lain, membuat Cikgu Tere terus termotivasi untuk belajar jurus - jurus baru dalam menulis.

3.    Mengekspresikan diri

Menulis adalah sarana menuangkan ide atau pemikiran yang sangat produktif. Kita bebas menjadi siapa saja dan menggali imajinasi kita seluas – luasnya.

4.    Jembatan meraih prestasi.

Menulis mendatangkan banyak manfaat, di antaranya berbagai apresiasi sebagai bonus dari menulis. Contoh apresiasi yang Cikgu Tere terima adalah : blogger inspiratif, penulis cerita mini terbaik, kreator artikel terbaik, penulis beberapa judul buku (indie dan mayor), Tim Reviewer dan Uji Keterbacaan Modul Literasi dan Numerasi, Tim pengembang konten artikel di Komunitas Belajar Guru Penggerak Kemdikbud.

Keharuan yang terasa di hati Cikgu Tere, dimana berkat menulis di blog, keterampilan menulis  saya terus menerus terasah dan akhirnya tanggal 1 Oktober 2020, saya mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Sekolah Dasar Kemdikbud sebagai Kreator Konten Artikel Terbaik dalam Lomba Pancasila Bakti 2020. Hadiahnya sangat besar yaitu 10 juta rupiah, dalam bentuk media pembelajaran. Dengan tulisan  sebanyak 3 - 4 halaman dibayar dengan nominal seperti itu. Lanjut darah penyeangat Cikgu Tere, seakan merangkul bila terjadi kelesuan semangat gelombang 16 ini.

Kekuatan yang ditanamkan pada peserta kali ini, tidak ada seorang penulis yang langsung besar. Semuanya berawal dari penulis yang kecil dulu, namun lama kelamaan karya tulisnya akan dihargai orang.

Konsisten dalam menulis. Bisa di blog maupun di media sosial. Bila sudah biasa bertekad menulis, sesibuk apapun masih menyempatkan untuk menulis. Keterampilan menulis didapatkan dari latihan yang berulang-ulang dari menulis dan terus menulis.

Bersikaplah terbuka dan positif terhadap saran serta kritik dari para pembaca. Bila sudah selesai dalam menulis diharapkan membaca kembali untuk tahu kembali isi tulisan kita dengan harapan kita dapat berlatih objektif. Sikap terbuka juga akan memberikan maanfaat untuk menigkaya kualitas tulisan kita.

Begitulah untuk dapat memantaskan diri menjadi “Bukan Guru Biasa”. Carilah ilmu kemudian tuangkan menjadi karya nyata, dan bagikan kepada orang lain sehingga mengispirasi orang lain. Dengan kekuatan 3 B menjadi kita yang memiliki minta untuk  : Belajar, Berkarya dan Berbagi.

            Salam blogger


Komentar

  1. Oke, komentator pertama. Yah, resume ini sudah sesuai dengan materi kemarin. Cuma kurang di bahasa sendiri, Pak. Masih banyak kalimat yang sama dengan narasumber.

    Berikutnya, ada penggunaan kata "saya" di situ. Nah, coba dicek lagi, di situ "saya" adalah narasumber. Mestinya dikatakan beliau atau narasumber. Jadi, bukan "saya" di sini adalah Bapak sebagai penulis.

    Selanjutnya, kata "dimana" itu seharusnya di mana. Karena "di" di situ adalah kata depan, bukan imbuhan atau awalan.

    Baik, begitu saja saran dari saya. Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wowww mantap, Pak Rizky.
      Terima kasih sudah banyak sarannya. Sangat bermanfaat sekali buat lebih baiknya resuma saya ini.
      Semoga indahnya berbagi saran ini menjadikan KSGN ke-16 ini lebih terasa nusantaranya.

      Mksi ngih
      Salam bli Made.

      Hapus
  2. semangat pak....kita Bukan Guru Biasa...

    BalasHapus
  3. Bagus pak jimat.. Semua materi sdh masuk. Catatan sedikit buat kita:
    Ayok kita samakan font dan ukuran hurufnya.
    Klo kita bisa, ayok kita renda kata-kata indah kita supay resumenya terasa muncuk dr hati... Kenapa AYOK? karena ini juga mengingatkan sy.... Sama2 belajar ya pak made... Sukses...

    BalasHapus
  4. Materi yang disampaikan narasumber, lengkap disampaikan di resume bapak.
    Mantap, pak.
    Kalau boleh saran, ukuran font disamakan saja pak.

    BalasHapus
  5. Sudah berkunjung.. aslinya mnyenangkan membaca dan berliterasi

    BalasHapus
  6. Awal yg bagus pada resume ini. Sangat puitis seperti menghantar suasana tertentu pada pembaca blog. Lanjutkan menulis, perkarya dengan para frase dan ciptakan gaya menulis sendiri yg akan menjadi personal branding.

    BalasHapus
  7. Mohon ijin berkomentar Bli Made, terkait dengan jenis huruf sepertinya ada inkonsistensi, biasanya ini karena efek dari copas semisal dari wa ke word dari word ke blog. Agar setting baik akan lebih baik jika di normalkan dulu (tanpa setting) pada menu blog. Secara umum keren pak

    BalasHapus
  8. ada kata depan (di) yang harus di perbaiki ndak banyak pak

    BalasHapus
  9. Menurut saya resumenya sudah bagus sekali, parafrasenya sudah kelihatan ga plek banget, cuma ada kata yg terlewat saja mungkin.. tetap semangat pak kita suskses bersama..

    BalasHapus
  10. sarannya sdh byk di atas. So far so good, pak...semangat

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIAT SUKSES PEMASARAN BUKU DI MASA COVID-19

TUNTAS MENULIS DENGAN SIKAP “CUEK”

ULURAN TANGAN PEGIAT LITERASI